Site Network: Home | About Us | Ampera



Selasa, 06 Mei 2008
Pasca kepemimpinan Drs H Achmad Amins MM, perkembangan koperasi dan usaha kecil-menengah (UKM) di Kota Samarinda naik pesat. Tahun 2001 tercatat hanya 612 unit koperasi aktif, kini bertambah menjadi 1.070 unit (per April 2008) atau meningkat 74,84 persen sedangkan UKM dari 8.655 unit bertambah menjadi 21.700 (per Desember 2007) atau meningkat 150 persen.

MEMAJUKAN Kota Samarinda tidak terfokus pada pembangunan fisik semacam gedung, jalan atau jembatan semata. Pembangunan yang seimbang harus diimbangi dengan sektor lain mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan sampai pembangunan sosial, pemukiman hingga pariwisata.

Dalam mengambil kebijakan semua sektor pembangunan Amins selalu berupaya mengutamakan prestasi dan kontribusi untuk kepentingan masyarakat. Seperti pada bidang pendidikan. Meskipun tidak latah untuk ikut menerapkan sekolah gratis, namun melalui beasiswa prestasi dan siswa tidak mampu, dana PSB dan partisipasi pun bebas, Pemkot sudah sangat membantu dan tepat sasaran. Ratusan pelajar yang tidak mampu akhirnya bisa menikmati bangku sekolah.

Di bidang pembangunan sosial, dalam rangka mendorong peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan dan penanganan masalah sosial, Amins mengambil kebijakan untuk memberi bantuan kepada beberapa rumah ibadah, berupa mobil ambulans dan juga bantuan pembangunan fisik rumah ibadah.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi rakyat melalui pembinaan koperasi/UKM telah membawa dampak luar biasa pada perekonomian masyarakat karena dengan majunya usaha koperasi dan juga UKM otomatis bisa memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Perhatian Pemkot tampak dari upaya terus-menerus untuk meningkatkan SDM, perluasan akses pasar, pembangunan jaringan usaha, bantuan modal kerja bergulir kepada beberapa koperasi dan UKM. Untuk membuka wawasan para pengurus UKM dan koperasi mereka juga dikirim mengikuti magang ke luar daerah.

Bantuan modal pun disalurkan melalui berbagai alternatif, termasuk juga lewat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Samarinda sejak tahun 2005 lalu. Sejak awal Pemkot memang ngotot mendirikan BPR lantaran ingin mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya usaha kecil menengah. Selain itu, pembentukan BPR ini menuju profesionalisme manajemen keuangan sehingga pemberian kredit tersebut benar-benar terlaksana dengan efisien dan efektif.

Tidak cukup hanya memberikan pinjaman modal, para pengurus UKM dan koperasi pun dituntut memiliki kemampuan dalam menata manajemen mereka sehingga kepada mereka juga diberikan pelatihan manajemen usaha dan pemasaran.

''Bukan hanya mendapat pinjaman modal, para pengurus koperasi dan UKM juga harus punya kemampuan dalam mengatur keuangan karena salah satu unsur penting keberhasilan koperasi/UKM adalah bagaimana memasarkan produk yang mereka buat agar laku di pasaran,'' kata Achmad Amins.

Promosi niaga, pameran dagang, temu usaha kemitraan baik yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri pun telah dilakukan. Itu dilaksanakan guna memperluas akses pasar.

''Kita berharap produk-produk usaha yang dibuat para perajin tidak hanya laku di pasaran lokal, namun juga sampai keluar negeri. Untuk itu dilakukan berbagai kegiatan, mulai dari mengikuti promosi niaga sampai pameran. Alhamdulillah ternyata tidak sia-sia, beberapa produk UKM Samarinda laris di pasaran dunia. Salah satunya galangan kapal dan juga beberapa produk kerajinan dari kayu,'' tukasnya lagi.

Karena perhatiannya yang luar biasa terhadap koperasi itulah akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang Amins ke Istana Negara untuk disemati Bintang Jasa Pratama, 15 Agustus 2006. Untuk diketahui, dari 400-an walikota/bupati se-Indonesia hanya Amins yang menerima predikat prestisius tersebut. Sebelum mendapat Bintang Jasa Pratama, Amins terlebih dahulu mendapatkan Bintang Satya Lencana Wira Karya bidang Koperasi dari Presiden RI di Jakarta tanggal 12 Juli 2004.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim Ir H Irianto Lambrie MM mengemukakan banyaknya perkuatan modal yang diluncurkan Pemerintah Pusat kepada koperasi dan UKM di Samarinda, ternyata tak terlepas dari Bintang Jasa Pratama sebagai perhargaan tertinggi yang diberikan Presiden RI kepada Achmad Amins.

"Bintang Jasa Pratama ini juga menjadi pertimbangan dalam memberikan perkuatan modal dari pusat," tegasnya lagi. Oleh karena itu, lanjutnya, alokasi untuk perkuatan koperasi di Samarinda cukup besar. Menurutnya, perhatian yang serius dari Pemkot Samarinda terhadap pembinaan koperasi dan UKM di Samarinda tak terlepas dari keyakinannya bahwa sektor koperasi dan UKM merupakan kegiatan yang menyentuh rakyat kecil dan mampu menghantarkan menuju kesejahteraan.

TERBAIK NASIONAL

Kalau dikatakan Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Amins sukses membina koperasi, memang tidak salah. Buktinya, pada puncak peringatan Hari Koperasi 2006 di Pekalongan, Jateng, lagi-lagi koperasi Samarinda meraih predikat terbaik nasional, yakni melalui KPN Medika untuk kategori Koperasi Konsumen Berprestasi Tahun 2006. Ditambah lagi penghargaan Koperasi Berprestasi dan Penghargaan khusus tahun 2007 untuk KPN Balaikota dan Koperasi KOMURA dari Kementerian Negara Koperasi & UKM RI, diserahkan Presiden SBY bertepatan HUT Koperasi Ke 60 tanggal 12 Juli 2007 di Denpasar Bali.

Sungguh sebuah keberhasilan yang sangat memenuhi syarat dan layak dijadikan modal untuk mensejahterakan masyarakat Kaltim.(


0 Comments:

Post a Comment